Tampilkan postingan dengan label educaplay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label educaplay. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 September 2011

Tulisan tangan Marty


Surat ini datang lewat pos akhir tahun lalu. Jadi ceritanya unyil-unyil di sekolah outing ke kantor pos dan nulis surat untuk orang tua masing - masing

Ini kumpulan tulisan tangan Marty, Mulai dari dia bisa menulis sampai tulisan tangannya sekarang. Sepertinya karena dia lebih dulu bisa membaca membuat dia malas latihan menulis, alasannya bisa diketik aja terus tinggal di print :p

Awal bisa menulis tulisannya besar-besar dan semuanya huruf kapital. Mungkin karena dia hafal abjad dari keyboard laptop ya?...Pernah juga ada masanya tulisannya alay banget, campur - campur antara huruf kapital dan huruf kecil dan ada aja huruf yang terbalik menghadapnya. Sekarang sih sudah mendingan tulisannya. Sudah kecil - kecil dan mengikuti garis buku.

Seperti anak kecil pada umumnya, Marty juga susah kalau diajak belajar. Jadi Mimi mengajarinya sambil main aja. Anak laki-laki kan umumnya suka kompetisi, jadi kadang Mimi ajak lomba menulis kata. Kadang Mimi ajak dikte kata, nanti gantian dia yang dikte Mimi. Nah setelah dia lancar dikte kata baru Mimi ajarkan menulis kalimat. Caranya gini, Mimi kasih dia beberapa soal berupa kalimat . Misalnya " Sebutkan 5 hewan berkaki empat" atau " Ikan berenang menggunakan...." Nanti setelah dia jawab pertanyaannya pasti dia minta gantian ngasih soal ke Mimi. Jadi secara nggak sadar dia udah nulis kalimat juga tanpa merasa sedang diajari.

Jumat, 29 Juli 2011

Anakku sakaw belajar. What should I do?...

Mau cerita sedikit (eh nggak janji deh bakal dikit) tentang si calon kakak yang tingkat kesukaannya belajar mulai bikin khawatir dan belajarnya itu yang model pelajaran anak SD seperti penjumlahan, pengurangan, dikte dll. Call me emak lebay, tapi saya maunya dia seperti anak usia 5thn pada umumnya, yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain bukannya malah mikirin pelajaran yang belum waktunya dia pelajari. Bayangin, untuk anak seusianya bisa mengerjakan 10-15 buah soal penjumlahan dengan satuan ratusan dalam waktu kurang dari 5 menit sudah termasuk hebat kan? apalagi mengingat di sekolahnya belum diajarkan.

Nggak ingat juga kapan dia mulai maniak belajar. Yang jelas waktu dia masih kelas Bintang Besar A (TK A) gurunya pernah menanyakan cara belajar yang mimi terapkan di rumah. Mimi cuma terangkan kalau Marty tidak pernah secara serius kami ajarkan calistung, biasanya sambil bermain aja. Ternyata menurut gurunya dibandingkan dengan teman-teman sekelasnya (yang sebagian ikut les baca tulis dan Kumon di luar jam sekolah) kemampuannya justru menonjol.

Nah, sejak dia naik kelas ke TK B mulai kelihatan deh rasa penasarannya, terutama terhadap angka-angka. Awalnya dia cuma tau penjumlahan dan pengurangan sederhana seperti yang diajarkan di sekolah. Misalnya 7 + 2 atau 9 - 4 yang bisa dihitungnya dengan bantuan jari tangan. Suatu hari sambil main dia nanya ke Mimi bagaimana cara menghitung angka yang banyak, yang sudah tidak bisa menggunakan jari. Waktu itu sambil lalu Mimi contohkan penjumlahan bersusun memakai angka puluhan. Ternyata sekali itu aja dia langsung bisa dan minta diberi soal. Awalnya Mimi kasih 1 atau 2 soal, supaya dia nggak penasaran. Tapi setelah itu minta lagi dan lagi. Kalo Mimi menolak dia langsung bikin soal sendiri dan menjawab sendiri hasilnya . Jadi dalam waktu beberapa minggu di TK B ini dia sudah bisa penjumlahan / pengurangan dalam angka ratusan dengan sangat cepat

Jadi daripada dia belajar sendiri dan nggak terarah akhirnya Mimi selalu temani. mimi yang beri soal nanti dia tinggal jawab dan nanti kita periksa hasilnya sama-sama. Yang bikin Mimi sedikit khawatir yaitu intensitas belajarnya. Biasanya pulang sekolah sambil nunggu jam makan siang dia main atau baca buku. Tanpa ditanya pun dia pasti nyerocos apa aja kegiatannya hari itu di sekolah. Selesai makan siang biasanya dia langsung nagih belajar. Nanti sebelum tidur malam dia baca buku dan minta belajar lagi. Dari yang awalnya puas diberi 3-5 soal sekarang 20 soalpun dia nggak cukup. Nah, sudah beberapa hari ini dia selalu membawa buku tulis dan tempat pensilnya ke mana-mana. Setiap bosan bermain dia pasti cari Mimi minta diberi soal. Terus terang Mimi sudah mati gaya mau diberi soal apalagi. Kalo membaca dan menulis dia sudah lancar, jadi dia menolak kalau diberi soal baca-tulis. Pengetahuan umumnya juga lumayan, karena selain rajin baca ensiklopedia junior dia juga suka browsing, hehehe... Beneran lho, kalo ada pertanyaannya yang Mimi jawab dgn tidak memuaskan dia pasti nanya langsung ke Google *tepok kidat*. Selain itu dia suka nonton dan download video di Youtube ttg hal-hal yang dia ingin tau. Dia bisa cerita dengan lancar berapa berat anak gajah yang baru lahir atau ada hewan yang namanya pistol crab / pistol shrimp yang 'tembakannya' bisa sampai mengacaukan sistem navigasi kapal selam. Dan dalam hal belajar ini  sepertinya dia lebih tertarik dengan soal matematika. Mimi sudah variasikan jenis soalnya, mulai dari pejumlahan /pengurangan bersusun, garis bilangan, melengkapi angka yang hilang, roda angka dan sebagainya. Semua dikerjakan dengn mudah. Mimi berani bilang kemampuan matematikanya sekarang sama dengan anak kelas 3 SD. Gawatnya sekarang dia mulai tau ada yang namanya perkalian (tau dari sampul belakang buku mewarnai) dan mulai minta diajari. Jelas aja Mimi nolak, karena merasa belum waktunya dia belajar perkalian. Dia sih penasaran, itu tabel perkalian dibaca terus. Kayaknya dia lagi berusaha memecahkan polanya, kenapa sekian dikali sekian hasilnya sekian.

Oh iya, kalo ditanya kenapa Mimi khawatir, jawabannya karena dari hasil konsultasi dengan psikolog (bukan Mimi sih yang konsultasi tapi kakaknya Mimi yang mengkonsultasikan anaknya) anak itu siap belajar pada usia 6 thn. Sebelum usia itu dia berhak bermain sepuas hatinya. Anak yang dipaksakan belajar sebelum usia matangnya mungkin bisa mengikuti dan mau menerima tapi di kemudian hari dikhawatirkan akan menemui kendala. Entah itu bosan, masalah dalam pergaulan dsb. Cuma dilemanya buat Mimi kan Marty tidak pernah dipaksa atau disuruh belajar. Kadang Mimi suka miris deh dengar ibu-ibu curhat di sekolah tentang gimana susahnya nyuruh anaknya belajar. Lah kalo anak orang sampai harus dipaksa belajar ini anaknya Mimi malah harus maksa emaknya supaya mau ngajarin

Sementara ini Mimi mengalihkan perhatiannya dari belajar serius ke belajar bahasa Inggris. Belajarnya juga sambil main kok. atau kalau dia lagi baca-baca Ensiklopedia nya trus dia tanya-tanya, apa bahasa Inggrisnya gunung berapi, gajah laut, jamur beracun dsb, Mimi jawab aja. Terusnya Mimi kepikiran mau ngajakin dia bikin science project aja, misalnya percobaan2 ilmiah sederhana gitu. Abis kaya'nya project-project yang dari sekolah masih dirasa kurang seru oleh Marty. Ini lagi mengumpukan materi nih mau dipilih-pilih mana sekiranya yang cocok untuk anak TK.

 Ada ide kira-kira apa aja ya percobaannya, yang nggak ribet dan bahannya mudah didapat

Senin, 21 Juni 2010

FunProject #1| Kupu-kupu kertas

Nah, ini project yg Mimi bikin supaya Marty sibuk kalo dia lagi mati gaya. Sekalian ngasah motorik halusnya. Sebagai left handed dia agak kesulitan kalau harus menggunting, karena gunting umumnya didesain utk digunakan dengan tangan kanan. Kali ini kita bikin kupu-kupu. Untuk membuatnya dibutuhkan semua keahlian Marty : menggunting, mewarnai, menempel dan terutama sabar, hehehe...Karena Marty nih anaknya bosenan. Untuk bikin kupu-kupu ini dia butuh waktu 2 hari karena kalo udah bosan dia tinggal, trus lain waktu dilanjutkan lagi



Bahan-bahan yg dibutuhkan *lupa difoto nih* :
- Kertas karton warna putih yg agak tebal- Cat air, kuas, pallet
- Gunting
- Lem
- Botol bekas Yak*lt
- Cotton bud
- Sumpit bekas

Cara membuat :
- Buat pola sayap kupu-kupu di kertas karton, lalu biarkan anak menggunting mengikuti pola tsb
- Warnai karton sesuai selera
- Buat botol bekas Yakult sebagai badan kupu-kupu. Jangan buka segel penutup botol, cukup dilubangi dengan sedotan. Tusukkan dua buah cotton bud pada segel penutup, atur dan rekatkan sedemikian rupa membentuk sungut.
- Lubangi bagian bawah botol (ini bagian emaknya nih) lalu tusukkan sumpit bekas. Gunanya sebagai pegangan.- Tempelkan sayap yang telah diwarnai ke badan kupu-kupu.
- Voilaaa...jadi deh kupu-kupunya.

Ini foto kupu-kupu bikinan Marty. Kok motif sayapnya kaya' semangka ya???



Minggu, 06 Juni 2010

How to keep your kid busy

Anak satu ini benar-benar harus selalu dibuat sibuk. Karena kalau dia sedang bosan dengan mainannya, atau sedang bosan main sendiri pasti dia melakukan hal-hal yang menyebalkan. Pernah kapan itu Mimi dibuat jengkel gara-gara pakaian yang sudah dilipat dibongkarnya lagi dan diacak-acak di atas kasur trus dia pakai safety google punya Abi dan pura-pura sedang menyelam di lautan baju 

Akhirnya sekarang Mimi buatkan project buat dia. Untuk sementara ini baru art / craft project, karena cuma itu yang Mimi bisa , huhuhuhu . Bahan-bahannya yang ada di rumah aja : cat air, paper cup, piring kertas, daun, kertas bekas dll. Pokoknya yang bisa bikin Marty sibuk. Ngerjain project nya juga gak sering-sering, cuma kalo Marty lagi mati gaya sama mainannya. Jadi sekarang Mimi sibuk ngumpulin ide buat kesibukan baru Marty ini, lagi mikir-mikir juga science project sederhana yang bisa dikerjakan oleh balita.

Nanti Mimi bikinin jurnal khusus tentang project ini, kali aja ada yang  mau nyontek....

Minggu, 10 Januari 2010

Kok Sule sihhh???

Ini cerita Marty waktu awal-awal bisa baca...

Kan awalnya dia belajar menghafal huruf dulu, nah setelah dia hafal seluruh huruf kapital Mimi sediakan white board. Di white boardnya Mimi tulis huruf kapital dan huruf kecil bersebelahan, misalnya Aa Bb Cc ...dst. Tru
s white boardnya digantung aja di dekat tempat dia biasa main. Karena sering lihat jadi secara nggak sadar dia menghafal bentuk huruf kecil juga. Cara ini Mimi anggap efektif, karena kalau sengaja diajarkan pasti dia nolak dan kabur, hihihihi...Cepat deh prosesnya, nggak ada 3 hari dia udah hafal juga bentuk huruf kecil.

Sebelum liburan kemaren Mimi ajarin cara menyambung huruf pakai kata-kata yg sederhana. Waktu itu udah hampir bisa tapi gara-gara liburan dan keasyikan main dia lupa lagi. Beberapa hari lalu Mimi ajarkan lagi, kali ini pa
kai mainan huruf2 yg ada di balok-balok mainannya. Ngajarinnya sambil lalu aja, sambil menemani dia makan, kan lumayan tuh ada 10-15 menit.

Memang anak sekarang cerdas-cerdas ya, baru diajar langsung bisa dia. Sambil dia makan mimi susun huruf-hurufnya berdasarkan suku katanya....

trus Mimi pura-pura nggak tau gimana bacanya. Karena dia sok tau dan sok jago jadi dia yang baca, hihihihi....

Trus tau-tau dia bilang gini "gantian, gantian...sekarang Mimi yang tebak baca nya apa" sambil tangannya nyusun huruf-huruf berikut...

Ha ha ha ha ha...dasar generasi Opera Van Java


Senin, 28 September 2009

Teman tapi (nggak) mesra

Ini monolognya Marty yg lagi 'baca' Ensiklopedia Junior....

"oohhh...Ikan itu temannya Ubur-ubur ya. Trus temennya Bintang laut juga. Temennya Anemon juga..."

*balik halaman berikutnya*

" Kalo Buaya temannya Biawak. Singa temannya Harimau. Burung temennya Kelelawar..."

Sampe di sini Mimi mulai ngerti kalo dia mengelompokkan binatang berdasarkan habitat dan (atau) jenisnya. Trus Mimi nyambung "kalo Zebra temannya Kuda ya?....

Marty bolak-balik bukunya. Habis itu dia jawab " Nggak ada tentang Zebra di sini...Kaya'nya Zebra itu temennya Zebra Cross deh Mi....."

*Mimi ngakak guling-gulingan*

Minggu, 02 Agustus 2009

Belajar membaca



Marty lagi suka sekali belajar membaca. Well, bukan membaca sih sebenarnya melainkan mengeja huruf. Kan dia sudah hafal semua abjad, jadi aja kerjaannya 'baca' terus.
Belajarnya juga sambil lalu aja, karena marty nggak pernah mau kalau belajar serius.
Sebenarnya Mimi nggak pernah dengan sengaja mengajarkan. Awalnya karena dia selalu penasaran pingin nyalain laptop Mimi yg dipasang password BIOS. Akhirnya Mimi akalin. Password BIOSnya diganti seminggu sekali. Misalnya minggu ini ABCDE minggu depannya Mimi ganti lagi jadi FGHIJ. Begitu terus sampai akhirnya dia hafal semua huruf kapital (seperti yg tertera di tuts keyboard)
Cara dia menghafal juga lucu. Dia mengumpamakan setiap huruf dengan sesuatu, semua karangannya sendiri. Misalnya huruf B seperti kacamata, huruf C seperti makaroni atau huruf E seperti sisir, huruf J seperti gagang payung dan huruf L yg seperti sepatu. Ada juga yg unik, misalnya huruf F yg katanya seperti tang pengupas kabel atau huruf H yg seperti setir mobil (maksudnya lambang Honda di kemudi), huruf T seperti air mancur dan huruf Y seperti resluiting celana yg terbuka,hahahahaha. Banyak deh yang lucu, khas anak-anak lah pokoknya, Mimi nggak hafal satu persatu soalnya. Terusnya ada juga huruf yg tidak ada perumpamaan berupa benda, melainkan diperagakannya dengan anggota tubuh & gerakan badan. Huruf2 itu adalah A, K,M, N, W, Z (kalo nggak salah). Jangan ditanya deh gimana dia memperagakan huruf2 itu, akrobat pokoknya !!!
Tapi justru karena itu dia jadi cepat menghafal abjad.
Sekarang dia mulai bisa merangkai 2 huruf dan mulai bisa mereka-reka huruf yg ada di suatu kata. Misalnya dia tau di namanya (Martizar) ada huruf M, A, I dan R. Pokoknya setiap lihat tulisan yang terdiri dari huruf-huruf kapital pasti dieja nya.

Misalnya tadi nih. Dia sedang 'baca' tulisan yg ada di bola karet mainannya...

Marty : "F...O...R...Z...A... bacanya apa Mi???"
Mimi   : Forza *sambil ngajarin cara mengejanya*
Marty : M...I...L...A...N
Mimi   : Bacanya apa?
Marty : *dengan suara lantang dan PD* bacanya ceMILAN!!!!

Hahahahahaha...laper nak????

Rabu, 13 Mei 2009

Sepeda 'baru' Marty

Masih ingat gak sama projectnya Marty? Nah awal April lalu Abi ketemu sama sepeda yg cocok untuk dijadiin project buat Marty. Jadi sehabis ngedrop Marty di sekolah Mimi sama Abi pergi ke bengkel sepeda buat beli sepeda itu. Sepedanya belum terlalu jelek lah, jadi cuma perlu perbaikan sedikit. Lumayan besar, bukan sepeda batita. Modelnya juga Mimi suka, laki banget. Merknya Federal, a la mountain bike gitu. Akhirnya sepeda itu kita beli 100rb saja.
Yang punya project kegirangan begitu pulang sekolah dan langsung maksa Abi buat 'ngebengkel'.
 
Sekarang sepeda itu sudah dibongkar, dipasang roda tambahan dan sudah dipakai keliling-keliling. Sudah juga membuat Marty jatuh terguling Marty menyebutnya kecelakaan dan dengan bangga mamerin videonya waktu naik sepeda dan jatuh (waktu kejadian Mimi masih di rumah sakit jaga Oma). Sayangnya karena Abi sibuk dengan kerja global gaji lokalnya  sepeda itu belum sempat dicat warna merah seperti keinginan Marty



Rabu, 01 April 2009

Project nya Marty

Marty lagi ada project nih. Doh...doh...doh...berasa udah gede banget yak...
Kan sepeda roda 3 nya udah kekecilan, walaupun masih dipaksa juga bolak-balik di dalam rumah. Jadi Mimi pingin beliin sepeda baru yang bisa dipakai sampai masuk SD nanti. Apalagi anaknya juga selalu pasang tampang mupeng kalo lewat stand sepeda di Carrefour. Oma juga udah gatel pingin beliin sepeda karena Marty selalu ngeluh sepedanya kekecilan dan pingin dikasih ke adek Beiby (sepupunya). Taaaapiiiiiiii Abi nggak setuju kalo marty dibeliin sepeda baru, jadi Mimi & Oma dilarang belikan Marty sepeda baru. Ini jelas bikin Mimi misuh-misuh, secara berapa sih harga sepeda dibanding kegembiraan anak semata wayang nan ganteng mempesona itu? hehehehehe....Kalo gak mampu beli yang diincarnya di Carrefour kan bisa beli di tempat lain yang harganya miring. Di Jatinegara noh bejejer toko sepeda. Mau yang lebih murah lagi bisa ke pasar rumput.
Ternyata Abi punya alasan sendiri. Beberapa hari yang lalu Abi bilang kalo beli sepeda baru itu perkara gampang, tinggal beli habis perkara. Senangnya juga beberapa saat aja, selagi sepedanya masih dianggap barang baru. Abi pinginnya beli sepeda second trus Marty diajak ngedandanin. Pasang rem, pasang lampu, pasang roda bantu, di cat ulang kalau perlu. Kata Abi sih pasti berasa lebih puas dan merasa memiliki karena ikutan capek. Si bocah senang sekali dengar rencana Abinya dan sekarang sudah nggak tertarik lagi dengan sepeda yang biasa dilihatnya di Carrefour. Jadi sekarang dia dan Abinya punya project. Mau nyari sepeda bekas yang harganya nggak lebih dari 100rb buat didandanin sendiri. Atau ada yang berniat menyumbangkan sepeda bekasnya?, hihihihihi....
Oh iya, foto di atas itu diambil beberapa bulan yang lalu. Waktu itu Marty "bantuin" Abi dandanin sepeda pemberian temannya Abi. Gara-gara dibantuin Marty Abi kehilangan hampir seluruh kunci L nya, yang bikin Abi uring-uringan. Di cari ke sekeliling rumah nggak ketemu, sementara si bocah ditanyain juga geleng-geleng kepala, lupa katanya. Baru keesokan harinya kunci-kunci itu ketemu waktu sepedanya dipakai ke kantor sama Abi. Ternyata oleh si bocah dimasukin ke body sepeda sewaktu sadelnya dilepas
, hihihihihihihi

 

Kamis, 19 Maret 2009

Koleksi Buku Tua

Jujur aja, waktu Marty kecil Mimi nggak pernah beliin buku. Selain beberapa soft book  pemberian teman, Marty nggak punya buku khusus anak-anak. Kalaupun beli buku biasanya Mimi beli buku parenting. Bukannya Mimi nggak suka baca loh secara Mimi nih nurun banget dari Opa yang doyan baca, sampai potongan koran bekas bungkus cabe aja Mimi baca . Tapi sejak punya gadget Mimi lebih suka baca soft copy dalam bentuk pdf daripada beli buku.
Nah, kalo Marty nggak pernah dibeliin buku karena biasanya kita (Mimi & Abi) bercerita secara langsung. Apalagi Abi tuh, bahan ceritanya banyaaaa...akkkk banget. Mo cerita musik, langit, binatang, laut, apaaaa aja Abi tau. Lagipula waktu Marty kecil kan belom bisa anteng, boro-boro dia mau dibacain buku. Yang ada buku-bukunya waktu bayi itu digigitin sampai basah dan habis dirobek-robek
Sejak sekolah Marty jadi berkurang banyak tingkat grusah-grusuhnya, dia jadi jauh lebih kalem & anteng. Lagipula emang sudah umurnya juga kali ya, jadi dia bisa lebih konsentrasi dan perhatian. Dia jadi suka duduk di pangkuan Mimi sambil dibacain BRITANNICA DISCOVERY LIBRARY, bisa tahan sampai beberapa buku. Belakangan dia suka baca ENSIKLOPEDIA JUNIOR, apalagi yang tentang alat-alat transportasi dan ilmu kedokteran (itu salah satu sebab dia nggak takut ke dokter gigi lho...). Kalo udah baca ensiklopedianya tahan tuh duduk lama, sambil menemani Mimi masak.
karena mulai suka baca buku sekarang dia jadi suka minta dibelikan buku. Kalau dibolehin bisa tiap minggu minta beli buku. Waks...bisa cepat jatuh miskin orang tuanya, hehehehehe
Sampai akhirnya Mimi ingat, di stasiun kereta ada kios yang jual buku-buku bekas. Suatu hari pulang sekolah Marty Mimi ajak ke sana, wuihhhh....senangnya. Selain beli buku jadi bisa liat-liat kereta. Kalo lagi beruntung kita bisa beli buku anak-anak bekas yang kondisinya masih bagus. Harganya dong murah banget, kalau buku biasa yang soft cover cuma RP 2500-3000 saja. Sedangkan yang hard cover sekitar RP 10 rb- 20rb. Jadi modal 50rb kita bisa bawa pulang banyak buku. Anak senang, ibu lebih senang lagi karena nggak kebobolan dompetnya, hihihihi......Oh ya, yang jadi favoritnya Marty ada dua buku dongeng. Yang satu judulnya Smokey the fireman, cetakan tahun 1991 dan satu lagi dongeng dari Prancis yang judul aslinya Les Peintres de Nuages ( Pengecat Awan ), cetakan tahun 1985. Udah tua banget kan bukunya? Yang penting selesai baca buku harus cuci tangan ya nak...
Jadi aja sejak itu hampir tiap pulang sekolah kita ke stasiun kereta ngecek kali aja ada buku baru. Penjaga pintu peronnya sampai hafal sama kita, jadi kalau kita yang mau lewat udah nggak ditanya lagi karcisnya. Saking seringnya ke stasiun kereta Marty sampai hafal pengumuman di peron : "Perhatian dari arah Selatan segera masuk rangkaian kereta ekonomi AC jurusan Jakarta Kota, berhenti di tiap-tiap stasiun. Harga tiket 5500 rupiah" wakakakakaka...

Liat aja nih tampangnya kalo lagi baca buku, lidahnya sampai melet-melet. Lezat bener kaya'nya tuh bacaan...

Kamis, 12 Februari 2009

Disney Learning

Barusan Mimi habis download software untuk anak preschool. Mimi tertarik karena di halaman mukanya tertulis : Letters.Counting.Creativity.Memory Skills & more! (lebih tertarik lagi karena downloadnya gretong!, hehehehe...). Boljug nih buat nambah-nambah kegiatannya Marty. Secara kan dia paling susah diajarin sesuatu. Kalau Mimi ajarin angka & alfabet aja dia malah suruh Mimi diam . Makanya Mimi heran juga waktu dulu dia hafal angka, bisa baca angka 1 sampai 99 dengan benar  (lucunya kalau berhitung tanpa melihat agkanya malah jadi ngaco).
Sengaja Mimi posting di sini, bukan di "Link" karena mimi nggak tau cara masukkan dua URL karena ini aslinya software yang terdiri dari 2 CD. Totalnya ada sekitar 186 MB

http://rapidshare.com/files/159554792/Disney.part1.rar

http://rapidshare.com/files/159554773/Disney.part2.rar

Maaf yah belom bisa kasih review karena belom sempat diinstal. Udah siang nih, mau nganter Marty sekolah dulu....

Sabtu, 22 November 2008

Magic Painting

Hari ini Marty bangun pagi-pagi sekali dan langsung bongkar laci meja mimi nyari cat air. Semalam memang mimi sudah janji kalau kita mau bikin sablonan daun pakai cat air. Tapi tiba-tiba aja mimi dapat ide, jadi sablon daunnya ditunda aja.
Kali ini mimi bikin magic painting. Caranya mimi bikin dulu gambar Mickey (ini maunya si boss kecil) di buku gambarnya Marty dengan menggunakan lilin. Marty udah ribut aja nanya mana Mickeynya karena gambarnya nggak kelihatan. Setelah kertasnya diwarnai, baru deh kelihatan gambar Mickey nya. Si boss nggak puas, trus nanya-nanya : "mimi bisa gambar ultraman nggak? mimi bisa gambar Thomas nggak?" he he he he...
Oh iya, akhirnya mewarnainya pakai pewarna kue karena waktu mau dipakai ternyata cat airnya sudah beku. Ya iya lahhhh...itu cat air kan bekasnya mimi dulu, udah dari mimi masih perawan kekekekekekkkkk




Rabu, 20 Februari 2008

HOME-MADE PLAY DOUGH

Ini gue dapat dari Story for Children Magazine

 

HOME-MADE PLAY DOUGH

 

Have fun making your own play dough. The best part is…it’s not toxic!. What does that mean? It means that your mom and dad don’t have to worry about you putting it in your mouth. Home-made play dough doesn’t taste very good, but you won’t get sick either :D

 

What you need :

 

Adult help

2 cups water

1 cup salt

2 cups flour

2 tbsp vegetable oil

1 tsp cream of tartar

Food coloring

 

Directions :

  1. Put water, salt, flour, oil and cream of tartar in a saucepan
  2. Have adult help heat over medium heat. Stirring constantly until dough leaves the side of the pan
  3. Let cool
  4. Divide into four pile
  5. Add food coloring to each pile
  6. Knead for a few minutes (I recommend putting each dough pile in a plastic bag for this step)

 

Your play dough is ready to use!!!

---------------------------------------------------

Photo dari www.dkimages.com

Jumat, 08 Februari 2008

Magic cups

 Satu lagi permainan seru, saya ambil dari buku Toddler Play-nya GYMBOREE, di chapter yg untuk 24 monts and up

MAGIC CUPS

 

SKILLSPOTLIGHT

When your toddler was a baby you can cover up a toy and she would forget it ever existed. Now she understands that the covered objects is still there —this is called object permanence— and she’s delighted to find it. By asking her to concentrate on one cup as it moves, you encourage her to recall the toy and you help sharpen her visual memory

-----------------------

 

This toddler activity is a step up from peek-a-boo, but operates on the same principle. First it’s here, then it’s gone, then it’s back again (but only if your toddler remember where it was!)

To start the game, hide a small toy under one of three cups while your child is watching. Then slowly move the cups around and ask her to guess which one conceals the toy.

 

If you’ve seen street entertainers play this game, you know it can be confusing, even for adults. So don’t move the cups too quickly or else she won’t be able to keep track of her toy.

 

 

Ayo sikat gigi!

Ini saya dapat dari Mom's Lil' Helper edisi September 2007

MAKING TOOTHPASTE

 

Are you looking for a fun activity that might be educational too? Looking to a fun way to get kids to brush their teeth? Are you looking for just a fun activity? If you answer yes to any of those question, then you might want to try your hand at making toothpaste!

 

What you need

Bowl

4 t. baking soda

1 t. salt

1 t. water

Several kinds of food flavoring extract

Spoons

Sandwich bags

 

What to do

1. Place baking soda, salt and water in separate bowls. Assist the children in placing 4 teaspoons of baking soda, 1 teaspoon of salt and 1 teaspoon of water in individual sandwich bags

 

2. Add a drop of food flavoring extract, such as peppermint, mint or orange. Let the children mix their own toothpaste in the sandwich bags

 

This activity is appropriate for children. Always be sure to provide adult supervision. Make sure that none of the children are allergic to any of the ingredients used in making the toothpaste.

 

The educational benefits of this activity include engaging children so they will apply math concepts such as measuring, counting and critical thinking.

Kamis, 24 Januari 2008

Alphabet Fishing

Ini ada variasi permainan buat anak-anak. Lebih tepatnya belajar sambil bermain, vice versa. Cocok buat anak yg yg belum bisa duduk tenang buat belajar. Saya copy-in dari buku Smart Play : 101 Fun, Easy Games That Enhance Intelligence by BARBARA SHER, part-two : Games that enhance verbal-language skills

-----------------------

ALPHABET FISHING

If you have young children, you probably already have a set of those magnetized

letters that stick to the refrigerator. The kids probably played with them at first and in a productive moment might even have arranged them, with your help, into the order of A to Z. Maybe one day you might have made a message out of them. Usually a few get lost and mostly they are just forgotten things on the fridge.

 

MAT E R I A L S

small magnet

string

pencil

magnetized letters or sturdy paper and paper clips

 

D I R E C T I O N S

Take a magnet and tie (or tape) a piece of string around it. Tie the other end of the string to a pencil. That is your fishing pole.

Lay the letters down on the floor so that the small internal magnet is facing up. Spread them out so they aren’t touching each other. If you don’t have magnetized letters, cut some fish shapes out of index cards or other durable paper. Write a letter on each fish and spread them out on the floor or in a box. It’s helpful to include the letters that are often reversed by new writers, such as B, D, P, Q, G, and S. Attach a paper clip to each fish. Have your child stand over the letters dangling his fishing pole and see which letters he catches. It helps to show excitement over each letter he catches. Lay them out face up so he can proudly display his catches.

This is not a test. It isn’t necessary to say “And what letter is this?” It’s more important to get enthusiastic about each letter. “Let’s see what you caught! You got an . . . N!” You could pause slightly before you say the letter to give your child a chance to show off the letters he does know. If you have several players, you can make poles for all of them and have them fish at the same time. The older players can put their letters together to form words.

 

VA R I AT I O N S

Sort and Count:  Some alphabet sets have more than one of each letter.

This gives you the perfect opportunity to introduce the concepts of sameness and of counting. “Let’s see, you caught an A. Now, didn’t you catch a letter that was the same as this one? Where is that one? Oh, you’re right—here it is. Look, now you have three A’s. Let’s count them together—one, two, three.”

 

What Letter Is Missing ?: Place a few of the letters in front of the player and ask him to look away or cover his eyes as you remove one letter from the group. When the player uncovers his eyes and looks at the letters, ask if he knows which one is missing.

 

WH AT I S B E I N G L E A R N E D

This game will help make letters and numbers increasingly familiar and friendly to your learner. You can expand on the game by making connections for him between the game letters and daily life. “Remember that letter S you caught yesterday when you were fishing? There it is again in that stop sign. Look, there are two more of those S’s in that sign that says ‘crosswalk’ and another in that sign that says ‘store’. Gosh, there are S’s all over the place!”

 

 -----------------------

 

Kamis, 06 Desember 2007

You Can With Cans

Ini satu lagi variasi permainan buat toddler, sekalian belajar angka dan bilangan. Lumayan buat nyalurin kelebihan energi daripada dipakai buat ngelempar2 barang atau mainan. Saya ambil dari buku Smart Play : 101 Fun, Easy Games That Enhance Intelligence karangan Barbara Sher, part three : Games That Enhance Math Skills

----------------------------------------------

YOU CAN WITH CANS

Aluminum cans are easy to collect and great for games. Try this fun bowling and counting game before you recycle your cans to get double the use out of each can. But if you want the excitement without the noise, use empty plastic water bottles instead of aluminum cans.

 

MAT E R I A L S

empty aluminum cans or plastic water bottles

beach ball or beanbag or other ball

 

D I R E C T I O N S

Stack a few cans on top of each other or set up six to ten cans in a pyramid shape as if they were bowling pins. Have your player stand two to six feet away, depending on his skill level, and roll a beach ball at the cans. Count how many cans fall down. Take as many turns as needed to knock down all of the cans. Have the child help you set up the cans again for the next round. If you don’t have a beach ball or another rubber ball handy, use a beanbag that players can toss at a stack of cans. If you don’t have a beanbag handy, make your own by putting some dried beans in the toe of a sock and tying the top into a knot.

 

VA R I AT I O N S

Cover each can with some paper and write a number on each can. Line the cans up and ask your player to aim for can number 2, for example. Or, for the very new learners, simply exclaim their achievements: “Look, you knocked over the number 2 can and the number 5 can!”

For the older learners, write down the numbers that got knocked down and have your player add them up. “Let’s see, you knocked down number 3, number 4, and number 7. Let’s figure out what your score is for this round.” If you have children of various ages, you can assign them different tasks or have them take turns; for example, the younger one can name the number, the older one can do the adding, and the middle one (the one who already knows his numbers but it not ready for addition problems) can stack the cans back up for the next round. Kids like to have titles, so the person who does the adding is King Counter, the person who stacks the can is Sir Stacker, and the person who throws the ball is Major Thrower.

 

WH AT I S B E I N G L E A R N E D

Children are learning eye-hand coordination and figuring out how much force is needed to knock many cans down at the same time. They are learning how to count the number of cans that they knock over. They are also learning to help each other by stacking the cans after each game and the coordination it takes to stack or line up the cans.

If you play the variations, children also learn about number recognition and addition. If they are asked to set up the numbered cans in order, they are also learning the order of numbers.

 

 

Minggu, 02 Desember 2007

My Very Own Color Book


Ini ada  contoh kegiatan buat anak-anak di bawah 6 thn, bisa jadi alternativ kegiatan utk 'timeout' diantara kegiatan eksplorasi (baca : lari2 dan manjat2), saya copy-in dari buku SMART PLAY by BARBARA SHER, chapter 1-

Games That Enhance Visual-Spatial Skills



My Very Own Color Book
This is a game designed for the scribbler. Even if a child is only at the scribbling stage of her artistic development, she can still make her own book!
This game shows her how, and it’s fun for you, too. Sitting and quietly scribbling together can be a lovely bonding moment in itself. Then later, when you have something to “read” together many times, the pleasure of that moment is multiplied.

MATERIALS
paper
crayons, markers, colored pencils, or other drawing tools
ribbons, string, or plastic bag ties


DIRECTIONS

Take one piece of white paper, the heavier the better, and together scribble all over the page, using only one color. Then scribble another page,with another color. You can use crayons, markers, colored pencils, watercolors, pastels, chalks, or whatever else appeals to you.
After you have made a page for each color, poke some holes in the
edges of the papers and tie the pages together using ribbon or string or plastic bag ties.
Read the book together and talk about the colors: “This is our blue
page. There is some light blue here. It reminds me of the sky on a sunny day. This dark blue looks like the same color as my jeans.What else is blue in this room? You’re right.My toenail polish is blue.”

WHAT IS BEING LEARNED?

Children are learning the names of colors and the variations of each color. They are learning that they can make a book. They are learning that their coauthor loves them so much that she wants to make and read a book together.